KEMENHUB

Kemenhub Beri Lampu Hijau Transjabodetabek Blok M–Soetta, Operasional Menanti Finalisasi

Kemenhub Beri Lampu Hijau Transjabodetabek Blok M–Soetta, Operasional Menanti Finalisasi
Kemenhub Beri Lampu Hijau Transjabodetabek Blok M–Soetta, Operasional Menanti Finalisasi

JAKARTA - Rencana pengoperasian rute baru Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) semakin mendekati tahap realisasi setelah memperoleh persetujuan prinsip dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Restu tersebut menjadi sinyal kuat bahwa layanan transportasi publik yang menghubungkan pusat aktivitas Jakarta Selatan dengan bandara internasional terbesar di Indonesia itu akan segera hadir untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun kini memusatkan perhatian pada pematangan aspek teknis dan operasional agar layanan ini dapat berjalan optimal, aman, serta nyaman bagi penumpang.

Lampu Hijau Kemenhub Jadi Dasar Pemprov DKI Mematangkan Persiapan

Persetujuan prinsip dari Kemenhub dipandang sebagai fondasi utama bagi Pemprov DKI Jakarta untuk melangkah ke tahap berikutnya, yakni penyempurnaan teknis di lapangan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi telah berjalan, sehingga berbagai kebutuhan operasional dapat dipenuhi sesuai standar keselamatan dan pelayanan. Menurutnya, kesiapan armada, pengaturan rute, jadwal operasional, hingga integrasi dengan moda transportasi lain terus dimatangkan agar layanan ini dapat berjalan efektif sejak hari pertama beroperasi.

“Kami sedang mempersiapkan dan mematangkan. Secara prinsip Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, “11 Februari 2026”. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hambatan administratif utama telah terlewati, dan kini tinggal menyelesaikan detail teknis yang akan menentukan kualitas layanan di lapangan.

Target Beroperasi Sebelum Lebaran 2026, Fokus Keselamatan dan Kenyamanan

Pemprov DKI Jakarta menargetkan rute Transjabodetabek Blok M–Soetta dapat beroperasi sebelum Lebaran 2026. Penentuan waktu ini bukan tanpa alasan, mengingat periode tersebut identik dengan lonjakan pergerakan masyarakat menuju dan dari bandara. Kehadiran rute ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di koridor utama menuju Soetta, sekaligus memberikan alternatif transportasi publik yang andal, terjangkau, dan efisien waktu.

Dalam proses persiapan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Setiap armada yang akan dioperasikan dipastikan memenuhi standar kelaikan jalan, sementara para pengemudi mendapatkan pembekalan khusus terkait pelayanan penumpang dan prosedur keselamatan. Selain itu, penataan halte, sistem tiket, serta informasi perjalanan juga disusun agar mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penumpang dengan kebutuhan khusus.

Koper Besar Diizinkan, Akses Bandara Lebih Mudah dan Terjangkau

Salah satu perhatian utama masyarakat terhadap layanan menuju bandara adalah kemudahan membawa barang bawaan, terutama koper berukuran besar. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Pramono memastikan bahwa penumpang diizinkan membawa koper besar selama tetap memperhatikan kenyamanan bersama dan kapasitas armada. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi atau taksi daring.

Kemudahan membawa koper besar menjadi nilai tambah signifikan, mengingat karakteristik perjalanan menuju bandara yang umumnya melibatkan bagasi dalam jumlah tidak sedikit. Dengan demikian, Transjabodetabek Blok M–Soetta tidak hanya menawarkan efisiensi biaya, tetapi juga kenyamanan dan kepraktisan bagi penumpang dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pelajar, hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Menjamin Layanan Optimal

Keberhasilan pengoperasian rute baru ini sangat bergantung pada sinergi lintas instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemprov DKI Jakarta, Kemenhub, pengelola bandara, serta operator transportasi terlibat aktif dalam menyusun skema operasional yang efisien dan berkelanjutan. Koordinasi ini mencakup pengaturan jadwal keberangkatan, integrasi dengan layanan Transjakarta dan moda lain, hingga pengelolaan arus penumpang di titik-titik strategis.

Selain itu, pengawasan berkala juga direncanakan untuk memastikan layanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Evaluasi rutin akan dilakukan untuk menyesuaikan frekuensi perjalanan, kapasitas armada, serta penataan rute jika terjadi lonjakan permintaan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas layanan tetap prima, sekaligus memberikan ruang perbaikan berkelanjutan berdasarkan masukan pengguna.

Transjabodetabek Didorong Jadi Solusi Transportasi Terintegrasi

Pengembangan rute Blok M–Soetta merupakan bagian dari strategi besar Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi di wilayah Jabodetabek. Dengan menghubungkan pusat-pusat aktivitas ekonomi, permukiman, dan simpul transportasi utama, Transjabodetabek diharapkan mampu menjadi tulang punggung mobilitas harian masyarakat.

Dalam jangka panjang, kehadiran rute ini diproyeksikan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, penurunan kemacetan, serta peningkatan kualitas hidup warga. Akses yang lebih mudah ke bandara juga diyakini akan mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah, seiring meningkatnya pergerakan orang dan barang.

Pemprov DKI Jakarta optimistis bahwa dengan dukungan penuh dari Kemenhub dan seluruh pemangku kepentingan, rute Transjabodetabek Blok M–Soetta dapat menjadi model layanan transportasi publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal, sekaligus berpartisipasi dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index